Infotik.id // BANDAR LAMPUNG – Di balik kemegahan adat istiadat Sang Bumi Ruwa Jurai, tersimpan sebuah kekayaan tekstil yang tak ternilai harganya: Kain Tapis. Bukan sekadar pakaian, Tapis Lampung adalah simbol status, kehormatan, dan ketekunan masyarakat Lampung yang kini mulai mencuri perhatian dunia fashion internasional.
Mahakarya dari Benang Emas
Tapis merupakan kain wanita berbentuk sarung yang terbuat dari tenunan benang kapas dengan hiasan motif dekoratif dari benang emas atau benang perak. Teknik pembuatannya menggunakan metode sulam (sulam cuat), di mana pengrajin harus menyisipkan benang emas dengan penuh ketelitian di atas kain tenun manual.
Proses pembuatan satu helai kain Tapis bukanlah perkara mudah. Tergantung pada kerumitan motifnya, satu kain bisa memakan waktu pengerjaan mulai dari dua minggu hingga enam bulan. Hal inilah yang membuat Tapis memiliki nilai seni dan nilai ekonomi yang sangat tinggi.
Filosofi dalam Setiap Motif
Setiap goresan motif pada Tapis memiliki makna mendalam. Beberapa motif yang paling ikonik antara lain:
1.Motif Kapal: Melambangkan perjalanan hidup manusia.
2.Motif Hayat (Pohon Kehidupan): Merepresentasikan keseimbangan alam dan kepercayaan spiritual.
3.Motif Flora dan Fauna: Menunjukkan kekayaan alam Lampung yang melimpah.
Transformasi Tapis di Era Modern
Jika dahulu Tapis hanya digunakan dalam upacara adat dan pernikahan, kini Tapis telah bertransformasi. Para desainer lokal maupun nasional mulai mengaplikasikan motif Tapis ke dalam produk yang lebih kasual, seperti:
-Tas dan sepatu etnik.
-Jas dan gaun pesta modern.
-Dekorasi interior rumah mewah.
"Tapis bukan lagi sekadar warisan masa lalu. Ini adalah identitas yang harus terus hidup. Saat ini, banyak anak muda di Lampung yang mulai bangga mengenakan modifikasi Tapis dalam acara formal maupun semi-formal," ujar salah satu pegiat UMKM kain tradisional di Bandar Lampung.
Upaya Pelestarian
Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong regenerasi pengrajin Tapis, terutama di daerah sentra seperti Pringsewu, Pesawaran, dan Lampung Tengah. Festival-festival kebudayaan dan pameran internasional rutin digelar untuk memastikan kilau benang emas Tapis tidak pudar ditelan zaman.
Dengan keunikan dan kemewahannya, Tapis Lampung bukan hanya milik masyarakat Lampung, melainkan permata budaya Indonesia yang siap bersaing di panggung global.
