Infotik.id // Memiliki gigi putih bersih seringkali dianggap sebagai penunjang penampilan dan kepercayaan diri. Namun, mahalnya biaya perawatan profesional seperti bleaching di klinik gigi membuat banyak orang mulai melirik bahan alami.
Selain lebih ekonomis, penggunaan bahan herbal dianggap lebih minim risiko bagi mereka yang memiliki gigi sensitif terhadap bahan kimia keras. Berikut adalah beberapa bahan alami yang terbukti secara turun-temurun dan didukung penelitian dapat membantu mencerahkan warna gigi:
1. Siwak (Salvadora Persica)
Siwak telah digunakan selama berabad-abad sebagai sikat gigi alami. Kayu ini mengandung silika yang berfungsi sebagai abrasif alami untuk mengangkat noda, serta alkaloid yang bersifat antibakteri. Penggunaan siwak secara rutin tidak hanya memutihkan, tetapi juga memperkuat gusi.
2. Minyak Kelapa (Oil Pulling)
Teknik oil pulling atau berkumur dengan minyak kelapa murni (virgin coconut oil) tengah populer kembali. Minyak kelapa mengandung asam laurat yang mampu menarik bakteri dan plak dari permukaan gigi.
Tips: Berkumurlah dengan satu sendok makan minyak kelapa selama 10–15 menit setiap pagi sebelum menyikat gigi.
3. Stroberi dan Soda Kue
Stroberi mengandung asam malat yang dipercaya dapat membantu mengikis noda pada permukaan gigi. Mencampurkan lumatan stroberi dengan sedikit soda kue dapat menjadi pasta pemutih alami yang ampuh. Namun, para ahli memperingatkan agar tidak menggunakannya lebih dari satu kali seminggu karena sifat asamnya dapat mengikis enamel jika berlebihan.
4. Kunyit
Meskipun warnanya kuning pekat dan meninggalkan noda di pakaian, kunyit justru dikenal efektif menghilangkan noda luar pada gigi. Sifat anti-inflamasinya juga sangat baik untuk kesehatan gusi dan mencegah infeksi mulut.
Catatan Penting dari Ahli Medis
Meskipun bahan herbal cenderung lebih aman, efektivitasnya tidaklah instan. Hasilnya memerlukan konsistensi dan waktu yang lebih lama dibandingkan prosedur medis.
"Penting untuk diingat bahwa bahan alami tetap memiliki batasan. Jangan gunakan bahan yang bersifat asam secara berlebihan karena bisa merusak lapisan pelindung gigi (enamel)," ujar salah satu pakar kesehatan gigi di Jakarta.
