Infotik.id // Wilayah Sulawesi Utara diguncang gempa tektonik pada Sabtu malam (10/1/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa yang terjadi pukul 21.58 WIB tersebut memiliki parameter pembaruan magnitudo M6,4.
Pusat gempa terletak di laut pada jarak 40 km arah tenggara Melonguane dengan kedalaman 31 km. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa pemicu gempa ini adalah aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku.
"Hasil analisis menunjukkan mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal). Gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal," ujar Daryono dalam keterangan resminya.
Dampak dan Getaran Guncangan dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas yang beragam:
1.Tobelo dan Sitaro: Skala III-IV MMI (Dirasakan banyak orang di dalam rumah).
2.Morotai: Skala III MMI (Getaran nyata, terasa seperti truk melintas).
3.Ternate, Minahasa Utara, dan Bitung: Skala II-III MMI.
Meskipun berkekuatan cukup besar, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 22.20 WIB, tercatat telah terjadi satu kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M4,6. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang namun waspada. ( dikutip dari laman resmi BMKG )
