Mengenal Sleep Inertia: Fenomena "Mabuk Tidur" yang Menghambat Produktivitas Pagi



Infotik.id //Pernahkah Anda merasa linglung, sulit berpikir jernih, atau bahkan sempoyongan saat baru saja bangun tidur? Jika iya, Anda mungkin tidak sedang malas, melainkan sedang mengalami fenomena biologis yang disebut sebagai sleep inertia.

Kondisi ini merupakan fase transisi antara tidur dan terjaga yang ditandai dengan penurunan kesiagaan mental secara drastis. Berikut adalah poin-poin penting mengenai kondisi "mabuk tidur" tersebut:

Apa Itu Sleep Inertia?

Sleep inertia adalah keadaan di mana fungsi kognitif seseorang melambat sesaat setelah mata terbuka. Mengutip Verywell Health, fenomena ini menciptakan sensasi kabut mental yang membuat aktivitas sederhana—seperti berjalan ke kamar mandi—terasa sangat berat dan menantang.

Gejala dan Durasi

Efek dari kondisi ini biasanya bervariasi pada setiap orang, namun umumnya meliputi:

- Disorientasi dan rasa kantuk yang ekstrem.

-Penurunan kemampuan motorik (koordinasi tubuh melambat).

Durasi: Umumnya berlangsung selama 15 hingga 60 menit. Namun, pada kasus yang lebih kronis, rasa kantuk ini bisa bertahan hingga dua jam.

Mengapa Ini Terjadi?

Ada alasan medis yang mendasari mengapa proses bangun pagi terasa begitu menyiksa. Penyebab utamanya meliputi:

1.Kurang Tidur (Sleep Deprivation): Tubuh yang tidak mendapatkan istirahat cukup cenderung lebih sulit untuk "beralih" ke mode terjaga.

2.Terbangun Mendadak: Alarm yang keras atau suara bising yang memutus siklus tidur secara paksa—terutama saat berada di fase tidur dalam—menjadi pemicu utama munculnya kabut mental.

Kondisi ini membuktikan bahwa bangun tidur bukan sekadar membuka mata, melainkan sebuah proses biologis kompleks yang memerlukan transisi halus agar otak dapat mengimbangi aktivitas fisik tubuh

Post a Comment

Previous Post Next Post