Kisaran Harga Mobil Bekas Toyota Fortuner 2.4 L


Infotik.id // Jakarta – Toyota Fortuner bermesin 2.4 L masih menjadi salah satu SUV ladder frame yang diminati di pasar otomotif Indonesia. Untuk kondisi baru, varian ini dipasarkan dengan harga mulai sekitar Rp 580 juta hingga Rp 600,2 juta. Namun, bagaimana dengan harga unit bekasnya?

Berdasarkan pantauan dari sejumlah platform jual beli mobil bekas daring, Toyota Fortuner 2.4 L dengan usia sekitar lima tahun kini ditawarkan dengan harga rata-rata mulai Rp 350 jutaan. Hal tersebut menunjukkan adanya depresiasi harga yang cukup signifikan, hampir mendekati setengah dari banderol harga barunya dalam kurun waktu lima tahun.

Di pasaran, Fortuner 2.4 L bekas umumnya dilepas di kisaran Rp 380 juta hingga Rp 420 jutaan, tergantung pada kondisi kendaraan dan jarak tempuh. Sebagai contoh, unit keluaran tahun 2020 dengan jarak tempuh mendekati 70 ribu kilometer ditawarkan mulai Rp 389 juta. Sementara itu, Fortuner dengan odometer sekitar 59 ribu kilometer dipasarkan dengan harga sekitar Rp 426 juta. Bahkan, ada pula unit yang dijual hingga Rp 459 juta meski jarak tempuhnya telah mencapai 80 ribu kilometer.

Bagi konsumen yang mencari harga lebih terjangkau, tersedia juga Fortuner 2.4 L bekas di bawah Rp 350 juta. Salah satunya adalah Fortuner warna putih keluaran 2020 yang ditawarkan seharga Rp 349 juta, namun dengan jarak tempuh cukup tinggi, yakni sekitar 120 ribu kilometer.

Sebagai informasi, Toyota Fortuner 2.4 L dibekali mesin diesel 2GD-FTV yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 149,6 PS pada putaran 3.400 rpm. Sementara torsi maksimalnya mencapai 40,8 kgm pada rentang 1.600 hingga 2.000 rpm, yang disalurkan melalui transmisi manual enam percepatan.

Dari sisi fitur, varian ini memang tidak selengkap Fortuner bermesin 2.8 liter. Meski demikian, SUV yang menjadi rival Mitsubishi Pajero Sport tersebut telah dilengkapi berbagai fitur keselamatan, seperti sistem pengereman ABS dengan EBD dan Brake Assist, hill start assist, emergency brake signal, trailer sway control, traction control, serta vehicle stability control 

 ( dikutip dari detik.com )

Post a Comment

Previous Post Next Post